Mengenal Apa Itu Dekoratif, Ternyata Ini Artinya!
Pernahkah kamu melihat sesuatu yang indah, menarik perhatian, atau membuat ruangan terasa lebih hidup, tapi fungsinya mungkin tidak sepenting tampilannya? Nah, kemungkinan besar kamu sedang berhadapan dengan elemen yang bersifat dekoratif. Kata “dekoratif” sering banget kita dengar, terutama dalam dunia seni, desain, dan kerajinan. Tapi, apa sih sebenarnya makna di balik kata ini?
Secara sederhana, dekoratif itu merujuk pada segala sesuatu yang bertujuan untuk memperindah atau menghias. Intinya adalah soal estetika, keindahan visual, dan penambahan ornamen atau detail agar sesuatu terlihat lebih menarik. Jadi, elemen dekoratif itu fokus utamanya bukan pada kegunaan praktis atau fungsi murni, meskipun kadang bisa saja memiliki fungsi sampingan.
Kata “dekoratif” sendiri berasal dari bahasa Inggris “decorative”, yang akar katanya bisa ditelusuri ke bahasa Latin “decorare”, yang berarti “untuk memperindah” atau “untuk menghias”. Ini menunjukkan bahwa konsep mempercantik atau menghias ini sudah ada sejak lama dalam peradaban manusia. Kita sebagai manusia memang punya kecenderungan alami untuk membuat lingkungan atau objek di sekitar kita jadi lebih enak dilihat, bukan?
Dekoratif Versus Fungsional: Sebuah Perbedaan Esensial¶
Untuk lebih memahami apa itu dekoratif, paling mudah kita bandingkan dengan konsep “fungsional”. Sesuatu yang fungsional itu tujuan utamanya adalah kegunaan, kepraktisan, dan efisiensi dalam menjalankan tugasnya. Contohnya, sebuah kursi itu secara fungsional gunanya untuk diduduki. Sebuah pisau fungsional untuk memotong.
Nah, elemen dekoratif itu beda. Sebuah kursi bisa saja memiliki ukiran yang rumit, warna yang mencolok, atau bentuk yang unik. Ukiran, warna, dan bentuk yang “berlebihan” ini mungkin tidak menambah kenyamanan duduk (fungsi), tapi justru menambah nilai estetika. Pisau bisa saja gagangnya diberi hiasan permata atau ukiran naga yang indah. Hiasan itu tidak membuat pisau lebih tajam (fungsi), tapi membuatnya terlihat mewah atau artistik.
Jadi, perbedaannya terletak pada prioritasnya.
* Fungsional: Utamakan kegunaan dan praktis. Bentuk mengikuti fungsi (form follows function).
* Dekoratif: Utamakan keindahan, tampilan, dan nilai estetika. Fungsi bisa jadi nomor dua atau bahkan tidak ada sama sekali (misalnya lukisan dinding yang hanya untuk dipandang).
Meskipun begitu, seringkali elemen fungsional dan dekoratif bisa bersatu dalam satu objek. Misalnya, sebuah lampu gantung (fungsional untuk penerangan) bisa memiliki desain yang sangat artistik dan berukir (dekoratif), menjadikannya pusat perhatian di ruangan. Keseimbangan antara keduanya sering menjadi kunci dalam desain yang baik.
Di Mana Saja Kita Menemukan Elemen Dekoratif?¶
Elemen dekoratif itu ada di mana-mana, mengelilingi kita dalam berbagai bentuk dan wujud. Mereka menghiasi rumah kita, bangunan di sekitar kita, objek yang kita gunakan sehari-hari, bahkan dalam seni dan alam. Yuk, kita lihat beberapa contohnya:
Dekoratif dalam Seni¶
Dalam seni rupa, seni dekoratif adalah cabang yang sangat penting. Ini mencakup berbagai bentuk seni yang tujuannya utama adalah hiasan. Contohnya:
* Seni Lukis Dekoratif: Lukisan yang dibuat bukan untuk menyampaikan narasi mendalam atau kritik sosial, melainkan lebih pada keindahan komposisi warna, garis, dan bentuk untuk mempercantik ruangan.
* Seni Ukir: Baik ukiran kayu, batu, atau logam, ukiran seringkali bersifat dekoratif, menambah detail dan keindahan pada permukaan objek atau bangunan.
* Keramik dan Gerabah: Vas, piring hias, atau patung-patung kecil seringkali diberi glasir, pola, atau lukisan yang kaya akan elemen dekoratif.
* Seni Tekstil: Batik, tenun, sulaman, dan permadani adalah contoh seni tekstil yang sangat dekoratif, menggunakan warna dan motif untuk menciptakan pola yang indah.
Salah satu gerakan seni yang sangat menekankan aspek dekoratif adalah Art Nouveau (sekitar akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20). Gaya ini identik dengan garis lengkung yang dinamis, motif floral, dan bentuk-bentuk organik yang sangat indah dan detail, diterapkan pada arsitektur, furnitur, perhiasan, hingga poster.
Dekoratif dalam Desain Interior¶
Ini mungkin area di mana kita paling sering mendengar kata “dekoratif”. Desain interior sangat mengandalkan elemen dekoratif untuk menciptakan suasana, gaya, dan kepribadian dalam sebuah ruangan. Contohnya:
* Hiasan Dinding: Lukisan, poster, cermin berbingkai unik, wall sticker, wallpaper, atau macrame. Semua ini ada di dinding semata-mata untuk mempercantiknya.
* Aksesori Ruangan: Vas bunga (dengan atau tanpa bunga), patung-patung kecil, bingkai foto, lilin hias, buku-buku yang ditata rapi, atau bahkan bantal sofa dengan pola menarik. Bantal sofa memang fungsional (untuk sandaran), tapi pola dan warnanya bisa sangat dekoratif.
* Tekstil Rumah Tangga: Gorden, karpet, taplak meja, dan selimut. Selain fungsi dasarnya, mereka menambah warna, tekstur, dan pola yang memperkaya tampilan ruangan.
* Pencahayaan: Lampu itu fungsional, tapi kap lampu, bentuk fixture, atau bahkan lampu hias seperti lampu peri (fairy lights) jelas punya fungsi dekoratif yang kuat.
Memilih elemen dekoratif yang tepat untuk interior itu seperti memberikan sentuhan akhir pada sebuah lukisan. Mereka mengisi ruang kosong, menambah layer, dan menciptakan focal point yang menarik perhatian.
Dekoratif dalam Arsitektur¶
Bangunan-bangunan di seluruh dunia seringkali menggunakan elemen dekoratif untuk memperindah fasad, interior, atau detail strukturalnya. Ini bisa berupa:
* Ornamen Fasad: Ukiran pada pilar, detail pada jendela atau pintu, cornice (profil hias di tepi atap atau dinding), relief, atau mosaik pada dinding luar.
* Interior Arsitektural: Plafon berukir atau bergambar, mozaik lantai, detail pada tangga, atau ornamen di sekitar perapian.
* Bentuk dan Material: Penggunaan material dengan pola atau tekstur menarik, atau pembentukan struktur itu sendiri menjadi bentuk yang estetik (misalnya lengkungan atau kubah yang diberi ornamen).
Contoh klasik arsitektur yang sangat dekoratif adalah gaya Barok atau Rococo, dengan ornamennya yang sangat kaya, meliuk-liuk, dan mewah. Namun, bahkan arsitektur modern pun bisa memiliki elemen dekoratif, misalnya pemilihan material dengan pola unik, penggunaan warna, atau desain facade yang artistik.
Dekoratif dalam Kerajinan dan Desain Produk¶
Banyak objek sehari-hari yang kita gunakan atau lihat memiliki elemen dekoratif. Pikirkan tentang:
* Pakaian dan Aksesori: Motif pada kain batik atau tenun, bordir pada baju, payet, kancing hias, perhiasan, tas dengan detail unik, atau sepatu dengan ornamen.
* Peralatan Makan: Piring dengan pinggiran berenda, gelas dengan ukiran, sendok garpu dengan pegangan berdesain.
* Perabotan: Kaki meja berukir, sandaran kursi dengan detail filigree (untaian benang logam halus), lemari dengan pintu berpanele hias.
* Barang Elektronik: Bahkan casing handphone dengan gambar atau pola, atau speaker dengan desain futuristik yang lebih dari sekadar kotak suara.
Dalam banyak kasus, elemen dekoratif pada produk kerajinan atau desain ini justru menjadi nilai jual utamanya. Keunikan motif, detail pengerjaan, atau keindahan visual membuat objek tersebut lebih diinginkan.
Dekoratif dalam Kehidupan Sehari-hari dan Alam¶
Tidak hanya dalam benda buatan manusia, konsep dekoratif juga ada di alam dan bahkan dalam kegiatan sehari-hari kita:
* Presentasi Makanan: Menata makanan dengan cantik di piring, menggunakan hiasan dari sayuran atau buah, atau membuat kue dengan icing dan sprinkles. Ini murni untuk memperindah sebelum dimakan.
* Tata Rias (Make Up): Penggunaan make up tidak hanya untuk meratakan warna kulit (fungsional), tapi juga untuk memperindah fitur wajah dengan warna, garis (eyeliner), atau kilauan (highlighter).
* Seni Tubuh: Tato, piercing, atau body painting adalah bentuk seni dekoratif pada tubuh manusia.
* Alam: Bayangkan pola pada sayap kupu-kupu, warna-warni bunga, bentuk unik kristal es, atau formasi batuan yang menakjubkan. Alam itu sendiri adalah master dalam menciptakan pola dan bentuk yang sangat dekoratif tanpa tujuan fungsional selain mungkin menarik perhatian pasangan atau kamuflase (yang mana tampilan tetap berperan).
Pola jerapah, garis-garis pada ikan zebra, atau bentuk daun yang simetris – semuanya bisa dilihat sebagai elemen dekoratif alami yang menambah kekayaan visual dunia kita.
Mengapa Elemen Dekoratif Itu Penting?¶
Meskipun sering dianggap tidak fungsional, elemen dekoratif punya peran penting dalam kehidupan kita:
- Memberikan Kesenangan Visual: Melihat sesuatu yang indah dan tertata rapi bisa membangkitkan perasaan senang dan nyaman. Estetika berperan besar dalam kualitas hidup.
- Menciptakan Suasana dan Karakter: Dekorasi membantu menciptakan mood atau atmosfer tertentu di sebuah ruangan atau pada sebuah objek. Gaya dekorasi bisa menunjukkan karakter pemilik atau tujuan sebuah tempat (misalnya, dekorasi kafe yang cozy vs. kantor yang minimalis).
- Refleksi Budaya dan Sejarah: Gaya dekorasi seringkali mencerminkan nilai-nilai budaya, kepercayaan, dan periode sejarah tempatnya berasal. Motif tradisional, teknik pengerjaan, atau simbol-simbol yang digunakan dalam dekorasi bisa menjadi penanda identitas budaya.
- Menambah Nilai (Finansial dan Emosional): Objek atau tempat yang didekorasi dengan baik seringkali memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Secara emosional, dekorasi bisa membuat sebuah ruang terasa lebih seperti “rumah” atau membuat objek terasa lebih istimewa.
- Meningkatkan Kreativitas dan Ekspresi Diri: Mendesain atau memilih dekorasi adalah cara untuk mengekspresikan kepribadian dan kreativitas kita.
Video Terkait:
Mungkin video ini bisa memberi gambaran tambahan tentang bagaimana elemen visual (yang sering digunakan secara dekoratif) membangun sebuah desain:
(Maaf, saya tidak bisa menampilkan video YouTube secara langsung di sini. Kamu bisa mencari video dengan kata kunci “Elemen Desain Interior” atau “Fungsi Seni Dekoratif” di YouTube untuk melihat contoh visual yang lebih banyak.)
Coba cari video YouTube dengan judul “Elemen Desain Interior” atau “Apa Itu Seni Dekoratif” untuk contoh visual yang lebih baik.
Tips Menggunakan Elemen Dekoratif¶
Menggunakan elemen dekoratif itu ada seninya supaya hasilnya pas, tidak terlalu ramai, atau justru kurang menarik. Ini beberapa tipsnya:
- Tentukan Gaya: Pilih gaya dekorasi yang kamu suka (minimalis, bohemian, vintage, modern, tradisional, dll.). Ini akan membantu kamu menyaring jenis elemen dekoratif yang cocok.
- Jangan Berlebihan: Terlalu banyak dekorasi bisa membuat ruangan terasa sesak dan berantakan. Pilih beberapa elemen kunci yang benar-benar kamu suka dan memiliki dampak visual. Konsep less is more seringkali berlaku.
- Perhatikan Skala dan Proporsi: Pastikan ukuran elemen dekoratif sesuai dengan ukuran ruangan atau objek di sekitarnya. Vas kecil di meja besar akan tenggelam, lukisan besar di dinding sempit akan terasa menyesakkan.
- Mainkan Tekstur dan Warna: Gunakan kombinasi tekstur (halus, kasar, mengkilap, dof) dan warna untuk menambah kedalaman dan minat visual pada ruangan atau objek.
- Ciptakan Focal Point: Pilih satu atau dua elemen dekoratif yang menonjol untuk menjadi pusat perhatian di ruangan, misalnya lukisan besar, lampu gantung unik, atau furniture dengan desain istimewa. Elemen dekoratif lain bisa mendukung focal point ini.
- Pertimbangkan Fungsi (Meskipun Sekunder): Jika memungkinkan, pilih elemen dekoratif yang juga memiliki sedikit fungsi, misalnya bantal sofa yang nyaman sekaligus indah, atau wadah penyimpanan yang didesain menarik.
- Personalisasi: Dekorasi harus mencerminkan kepribadian kamu. Jangan takut memasukkan barang-barang yang punya nilai sentimental atau menunjukkan hobimu.
Menggunakan elemen dekoratif itu bukan soal menghamburkan uang atau mengisi setiap sudut kosong, tapi lebih pada bagaimana kita menciptakan lingkungan atau objek yang tidak hanya fungsional, tapi juga indah, nyaman, dan punya karakter. Ini adalah cara kita berinteraksi dengan dunia melalui visual dan estetika.
Semoga penjelasan ini memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang dimaksud dengan dekoratif dan bagaimana konsep ini hadir di berbagai aspek kehidupan kita.
Nah, sekarang giliran kamu! Apa sih elemen dekoratif favoritmu di rumah atau di lingkungan sekitarmu? Atau mungkin kamu punya tips dekorasi sendiri? Bagikan pendapat dan pengalamanmu di kolom komentar ya!
Posting Komentar