Salat Sunah Ghairu Muakkad: Apa Sih Bedanya? Yuk, Kenalan Lebih Dekat!

Table of Contents

Salat sunah rawatib ghairu muakkad, mungkin istilah ini terdengar agak panjang dan sedikit asing ya? Tapi sebenarnya, konsepnya cukup sederhana kok. Biar kita lebih paham, yuk kita bahas bareng-bareng!

Mengenal Lebih Dekat Salat Sunah Rawatib

Sebelum masuk ke ghairu muakkad, kita pahami dulu deh apa itu salat sunah rawatib. Secara bahasa, “rawatib” itu artinya mengiringi atau mengikuti. Nah, dalam konteks ibadah salat, rawatib ini merujuk pada salat sunah yang mengiringi atau menyertai salat fardhu. Jadi, salat sunah rawatib ini adalah ibadah tambahan yang kita lakukan sebelum atau sesudah salat wajib lima waktu.

Orang Sholat

Salat sunah rawatib ini punya banyak keutamaan lho. Bayangin aja, salat fardhu itu kan ibarat tiang utama dalam agama kita, nah salat sunah rawatib ini seperti penyempurna atau pelengkapnya. Ibarat rumah, kalau cuma ada tiang tanpa dinding atau atap, kan kurang nyaman ya? Nah, salat sunah rawatib ini hadir untuk mempercantik dan menyempurnakan ibadah wajib kita. Dengan rutin melaksanakan salat sunah rawatib, kita berharap ibadah fardhu kita jadi lebih sempurna di hadapan Allah SWT.

Apa Bedanya dengan Salat Sunah Rawatib Muakkad?

Nah, di dalam salat sunah rawatib itu sendiri, ada tingkatan penekanannya. Ada yang namanya muakkad dan ghairu muakkad. Perbedaan utamanya terletak pada tingkat penekanan atau anjuran untuk melaksanakannya. Salat sunah rawatib muakkad itu adalah salat sunah rawatib yang sangat dianjurkan atau ditekankan untuk dikerjakan. Rasulullah SAW sendiri sangat rutin melaksanakan salat sunah rawatib muakkad, dan jarang sekali meninggalkannya.

Sedangkan salat sunah rawatib ghairu muakkad, ini juga termasuk salat sunah rawatib yang dianjurkan, tapi tingkat penekanannya tidak sekuat yang muakkad. Bukan berarti salat sunah rawatib ghairu muakkad ini kurang penting ya. Tetap penting dan tetap dianjurkan, hanya saja keutamaannya sedikit di bawah salat sunah rawatib muakkad. Kita tetap mendapatkan pahala dan kebaikan dengan melaksanakannya, dan ini juga menjadi bentuk kecintaan kita kepada Allah dan Rasulullah.

Perbedaan Sholat Muakkad dan Ghairu Muakkad

Contoh salat sunah rawatib muakkad yang paling sering kita dengar adalah:

  • 2 rakaat sebelum Subuh
  • 2 rakaat sebelum Zuhur
  • 2 rakaat sesudah Zuhur
  • 2 rakaat sesudah Maghrib
  • 2 rakaat sesudah Isya

Salat-salat ini sangat dianjurkan dan seringkali disebut sebagai rawatib muakkad. Kalau kita bisa rutin mengerjakan ini saja, sudah bagus banget.

Lalu, mana saja contoh salat sunah rawatib ghairu muakkad? Biasanya, yang termasuk dalam kategori ghairu muakkad adalah:

  • 2 rakaat sebelum Zuhur (tambahan, karena 2 rakaat sebelumnya sudah termasuk muakkad)
  • 2 rakaat sesudah Zuhur (tambahan, sama seperti sebelumnya)
  • 4 rakaat sebelum Asar
  • 4 rakaat sebelum Isya
  • 2 rakaat sebelum Maghrib
  • 2 rakaat sesudah Isya (tambahan, karena 2 rakaat sebelumnya sudah termasuk muakkad)
  • 2 atau 4 rakaat sebelum Subuh (tambahan, karena 2 rakaat sebelumnya sudah termasuk muakkad)

Perlu diperhatikan bahwa ada sedikit perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai jumlah rakaat dan pengelompokan muakkad dan ghairu muakkad ini. Tapi secara umum, daftar di atas bisa menjadi panduan yang baik.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Salat Sunah Rawatib Ghairu Muakkad?

Waktu pelaksanaan salat sunah rawatib ghairu muakkad ini sama dengan salat sunah rawatib muakkad, yaitu mengikuti waktu salat fardhu. Ada yang dikerjakan sebelum salat fardhu (qabliyah) dan ada yang dikerjakan sesudah salat fardhu (ba’diyah).

Untuk salat sunah rawatib qabliyah ghairu muakkad, waktu pelaksanaannya adalah antara masuknya waktu salat fardhu hingga sebelum salat fardhu dikerjakan. Misalnya, untuk 4 rakaat sebelum Asar, waktunya adalah setelah masuk waktu Asar sampai sebelum iqamah salat Asar.

Sedangkan untuk salat sunah rawatib ba’diyah ghairu muakkad, waktu pelaksanaannya adalah setelah selesai mengerjakan salat fardhu hingga berakhirnya waktu salat fardhu. Contohnya, 2 rakaat sesudah Isya (tambahan), dikerjakan setelah salat Isya sampai sebelum masuk waktu Subuh.

Waktu Sholat

Lebih spesifiknya, berikut waktu pelaksanaan salat sunah rawatib ghairu muakkad:

  • Sebelum Zuhur: Setelah masuk waktu Zuhur, sebelum salat Zuhur. (Bisa 2 atau 4 rakaat tambahan setelah rawatib muakkad).
  • Sesudah Zuhur: Setelah selesai salat Zuhur. (Bisa 2 atau 4 rakaat tambahan setelah rawatib muakkad).
  • Sebelum Asar: Setelah masuk waktu Asar, sebelum salat Asar. (4 rakaat).
  • Sebelum Maghrib: Setelah masuk waktu Maghrib, sebelum salat Maghrib. (2 rakaat).
  • Sesudah Isya: Setelah selesai salat Isya. (Bisa 2 atau 4 rakaat tambahan setelah rawatib muakkad).
  • Sebelum Subuh: Setelah masuk waktu Subuh, sebelum salat Subuh. (Bisa 2 atau 4 rakaat tambahan setelah rawatib muakkad).

Penting untuk diingat, jangan sampai kita mengerjakan salat sunah rawatib ini setelah waktu salat fardhu berakhir. Misalnya, jangan mengerjakan salat sunah qabliyah Zuhur setelah masuk waktu Asar. Begitu juga jangan mengerjakan salat sunah ba’diyah Maghrib setelah masuk waktu Isya.

Keutamaan Salat Sunah Rawatib Ghairu Muakkad

Meskipun namanya “ghairu muakkad” yang artinya kurang ditekankan, bukan berarti salat sunah ini tidak punya keutamaan sama sekali ya. Justru sebaliknya, salat sunah rawatib ghairu muakkad ini tetap memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah SWT.

Salah satu keutamaan utama salat sunah rawatib secara umum, termasuk yang ghairu muakkad, adalah sebagai penyempurna kekurangan dalam salat fardhu. Kita sebagai manusia, tentu tidak luput dari kesalahan dan kekurangan dalam melaksanakan ibadah, termasuk salat fardhu. Mungkin saja dalam salat fardhu kita kurang khusyuk, kurang fokus, atau ada gerakan yang kurang sempurna. Nah, salat sunah rawatib ini hadir sebagai penambal kekurangan tersebut. Ibaratnya, kalau ada lubang kecil di baju kita, salat sunah rawatib ini seperti tambalan yang menutupi lubang tersebut, sehingga baju kita (ibadah kita) jadi terlihat lebih baik dan sempurna.

Selain itu, melaksanakan salat sunah rawatib ghairu muakkad juga menjadi bukti kecintaan kita kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Dengan mengerjakan amalan sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah, kita menunjukkan bahwa kita benar-benar mencintai dan mengikuti ajaran beliau. Ini juga menjadi cara kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setiap sujud dan rakaat yang kita kerjakan dalam salat sunah, Insya Allah akan menambah derajat kita di sisi Allah.

Keutamaan Sholat Sunnah

Walaupun keutamaannya mungkin tidak sebesar salat sunah rawatib muakkad, tapi jangan pernah meremehkan kebaikan dari salat sunah rawatib ghairu muakkad ini. Setiap amalan kebaikan, sekecil apapun, pasti akan dicatat oleh Allah SWT dan akan ada balasannya. Apalagi salat, ini adalah ibadah yang sangat mulia.

Beberapa keutamaan spesifik salat sunah rawatib ghairu muakkad (berdasarkan beberapa sumber):

  • Mendapatkan pahala tambahan: Setiap rakaat salat sunah adalah pahala tambahan di samping pahala salat fardhu.
  • Menghapus dosa-dosa kecil: Amalan-amalan sunah, termasuk salat sunah, bisa menjadi penghapus dosa-dosa kecil kita.
  • Mendapatkan syafaat Rasulullah SAW: Dengan mengikuti sunnah Rasulullah, termasuk salat sunah rawatib, kita berharap mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat.
  • Memudahkan urusan dunia dan akhirat: Dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah, Insya Allah urusan dunia dan akhirat kita akan dimudahkan.
  • Mendapatkan ketenangan hati: Salat adalah sarana komunikasi kita dengan Allah. Dengan rutin salat, hati kita akan menjadi lebih tenang dan damai.

Contoh dan Tata Cara Salat Sunah Rawatib Ghairu Muakkad

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, beberapa contoh salat sunah rawatib ghairu muakkad antara lain: 4 rakaat sebelum Asar, 4 rakaat sebelum Isya, 2 rakaat sebelum Maghrib, dan tambahan rakaat sebelum/sesudah Zuhur, Isya, dan Subuh.

Tata cara pelaksanaan salat sunah rawatib ghairu muakkad ini pada dasarnya sama dengan salat sunah lainnya. Yang membedakan hanya niatnya saja.

Berikut langkah-langkah umum tata cara salat sunah rawatib ghairu muakkad:

  1. Berdiri menghadap kiblat.
  2. Niat. Niat ini penting banget ya. Niat itu tempatnya di hati, tapi melafalkan niat juga dianjurkan untuk membantu kita lebih fokus. Contoh niat untuk salat sunah qabliyah Asar (4 rakaat):

    Ø£ُصَÙ„ِّÙŠ سُÙ†َّØ©َ الْعَصْرِ Ø£َرْبَعَ رَÙƒَعَاتٍ Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ تَعَالَÙ‰

    Ushalli sunnatal ‘ashri arba’a raka’atin lillahi ta’ala

    Artinya: “Aku niat salat sunah sebelum Asar empat rakaat karena Allah Ta’ala.”

    Untuk salat sunah rawatib ghairu muakkad lainnya, tinggal disesuaikan saja niatnya, misalnya sunnatal maghrib qabliyah, sunnatal isya qabliyah, sunnatal zuhri ba’diyah, dan seterusnya. Jangan lupa sebutkan jumlah rakaatnya (dua atau empat rakaat).
    3. Takbiratul ihram (mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan “Allahu Akbar”).
    4. Membaca doa iftitah (sunah).
    5. Membaca surat Al-Fatihah.
    6. Membaca surat pendek atau ayat Al-Quran (sunah). Untuk salat sunah rawatib ghairu muakkad, tidak ada ketentuan surat khusus yang dianjurkan. Kita bebas membaca surat apa saja yang kita hafal.
    7. Ruku’ dengan tuma’ninah.
    8. I’tidal dengan tuma’ninah.
    9. Sujud dengan tuma’ninah.
    10. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
    11. Sujud kedua dengan tuma’ninah.
    12. Bangkit untuk rakaat berikutnya.
    13. Untuk salat 4 rakaat, setelah rakaat kedua, lakukan tahiyat awal (sunah).
    14. Untuk rakaat terakhir, lakukan tahiyat akhir.
    15. Salam.

Tata Cara Sholat

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Jumlah rakaat: Perhatikan jumlah rakaat untuk setiap salat sunah rawatib ghairu muakkad (2 atau 4 rakaat).
  • Dilaksanakan sendiri-sendiri (munfarid): Salat sunah rawatib, baik muakkad maupun ghairu muakkad, lebih utama dikerjakan sendiri-sendiri, tidak berjamaah.
  • Khusyuk dan tuma’ninah: Usahakan untuk salat dengan khusyuk dan tuma’ninah (tenang dan tidak terburu-buru). Ini penting agar salat kita lebih bermakna dan diterima oleh Allah SWT.
  • Boleh dikerjakan di rumah atau di masjid: Salat sunah rawatib boleh dikerjakan di rumah atau di masjid. Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa lebih utama dikerjakan di rumah, kecuali untuk salat sunah rawatib sebelum Subuh dan Maghrib yang lebih utama dikerjakan di masjid.

Tips Agar Konsisten Melaksanakan Salat Sunah Rawatib Ghairu Muakkad

Mungkin awalnya terasa berat untuk rutin melaksanakan salat sunah rawatib ghairu muakkad, apalagi kalau kita belum terbiasa. Tapi jangan khawatir, ada beberapa tips yang bisa kita coba agar bisa lebih konsisten:

  1. Niat yang kuat dan ikhlas: Luruskan niat kita, kerjakan salat sunah ini semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau dilihat orang lain. Niat yang kuat akan menjadi motivasi utama kita untuk terus istiqamah.
  2. Mulai dari yang mudah dan bertahap: Jangan langsung memaksakan diri untuk mengerjakan semua salat sunah rawatib ghairu muakkad sekaligus. Mulai dari satu atau dua waktu dulu, misalnya salat sunah sebelum Asar dan sebelum Isya. Kalau sudah terbiasa, baru ditambah dengan waktu yang lain.
  3. Jadikan kebiasaan: Usahakan untuk mengerjakan salat sunah rawatib ghairu muakkad ini setiap hari, sampai menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Konsistensi itu lebih penting daripada kuantitas.
  4. Cari teman atau lingkungan yang mendukung: Kalau kita punya teman atau lingkungan yang sama-sama rajin mengerjakan salat sunah, ini bisa menjadi motivasi tambahan. Kita bisa saling mengingatkan dan menyemangati.
  5. Manfaatkan pengingat: Gunakan alarm di handphone atau aplikasi pengingat waktu salat untuk membantu kita tidak lupa mengerjakan salat sunah rawatib ghairu muakkad.
  6. Pahami keutamaan salat sunah rawatib: Dengan memahami keutamaan dan manfaat dari salat sunah rawatib ghairu muakkad, kita akan lebih termotivasi untuk melaksanakannya. Sering-seringlah membaca atau mendengarkan ceramah tentang keutamaan salat sunah.
  7. Jangan putus asa jika terlewat: Kalau suatu saat kita terlewat mengerjakan salat sunah rawatib ghairu muakkad, jangan langsung putus asa. Segera bertaubat dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Jadikan ini sebagai pelajaran untuk lebih disiplin di kemudian hari.

Tips Sholat Khusyuk

Ingat, istiqamah itu lebih baik daripada seribu karamah. Meskipun salat sunah rawatib ghairu muakkad ini mungkin terlihat kecil dan sederhana, tapi kalau kita kerjakan secara rutin dan istiqamah, Insya Allah akan memberikan dampak yang besar dalam kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat.

Jadi, yuk mulai sekarang kita coba untuk membiasakan diri mengerjakan salat sunah rawatib ghairu muakkad. Tidak perlu langsung semuanya, mulai dari yang kita mampu dulu. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kemudahan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya.

Gimana, sudah lebih paham kan tentang salat sunah rawatib ghairu muakkad? Kalau ada pertanyaan atau pengalaman menarik seputar topik ini, jangan ragu untuk berbagi di kolom komentar ya!

Posting Komentar